Langsung ke konten utama

Pos

Review Buku Kiat Sukses Hancur Lebur – Martin Suryajaya

Saya bertemu buku ini dalam sebuah acara pameran buku yang diselenggarakan di Gedung Wanita Semarang. Saat itu, Kiat Sukses Hancur Lebur terpampang jelas di rak buku sebuah stand yang berada tepat di depan pintu masuk gedung ini. Saya terkejut saat membaca judulnya, untuk menjadi hancur lebur pun ada kiat-kiatnya, itulah pikiran saya waktu itu. 

Lantas saya berjalan mengelilingi stand-stand buku yang ada, saya membeli dua buku terbitan baNana yang lain—penerbit yang sama dengan Kiat Sukses Hancur Lebur, Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi dan The Catcher in the Rye. Kiat Sukses Hancur Lebur saya “tinggalkan” begitu saja. 

Beberapa bulan setelah itu, seorang teman mengajak saya untuk menghadiri acara Bincang Buku bersama penulisnya di malam tahun baru, Kiat Sukses Hancur Lebur, Martin Suryajaya.
Pembuka novel ini adalah sebuah paragraf yang dibuat melantur, seperti orang mabuk ciu literan yang dioplos sesuka hati:
Pos terbaru

Kampus Fiksi 18 Yogyakarta

Alangkah mengerikannya menjadi tua dengan kenanganmasa muda yang hanya berisi kemacetan jalan, ketakutan datang terlambat ke kantor, tugas-tugas rutin yang tidak menggugah semangat, dan kehidupan seperti mesin, yang hanya akan berakhir dengan pensiun tidak seberapa.
—Menjadi Tua di Jakarta, Seno Gumira Ajidarma

Tanggal 25-28 November 2016 kemarin, saya pergi ke Jogja untuk mengikuti Kampus Fiksi yang diadakan oleh penerbit DIVA Press. Sedikit tentang Kampus Fiksi, jadi Kampus Fiksi itu adalah acara tulis-menulis, untuk bisa berada di sana, kita kudu mengikuti seleksi masuknya dengan cara mengirim satu cerpen terbaik. Cerpen-cerpen itu nantinya akan dipilih oleh tim, penulis yang terpilih akan diundang untuk datang ke Jogja. Di sana kita akan dibimbing, diajari, dan diberi tahu tentang dunia kepenulisan dan serba-serbinya. Hal istimewanya adalah, acara itu gratis segratis-gratisnya. Jangan tanya tidur dimana, makannya gimana, mandi dan segala macamnya, semua sudah disediakan. Kita pesert…

Tidak Ada Cerita Tentang Wisuda

Kemarin saya wisuda, dan acaranya berlangsung sangat, biasa saja. Cenderung bikin ngantuk.
Tidak ada yang istimewa, kecuali kehadiran dan senyum wanita-wanita ini. Kau tahu? Beberapa orang saja dalam hidupmu, tidak banyak, mungkin tidak lebih dari 20 orang, sangat bisa membuat hidupmu bahagia dan berarti. Kualitas. Dan yang bisa berbuat yang demikian itu hanya manusia yang benar-benar manusia, bicara manis di depan juga manis di belakang. They did it.















Ya, tidak ada cerita tentang wisuda jika mereka tak hadir, menjabat tangan saya, memeluk, dan mendaratkan kasih sayang di pipi kanan dan kiri. 


Beberapa Pertanyaan yang Saya Harapkan Diajukan oleh Orang Lain Untuk Saya

Sebetulnya, apa kegemaran anda?
Saya suka membaca dan menulis, apa saja. Kedua kegiatan itu bisa sangat menyenangkan, juga bisa sangat menyebalkan. Tapi lebih dari itu semua, saya suka tidur.
Apakah orang-orang sekitar anda tahu tentang hal itu?
Maksudnya membaca dan menulis? Saya rasa mereka tahu, saya sering, oh bukan-bukan, kadang-kadang saya menulis di blog, mengikuti acara tulis-menulis, dan melakukan hal bodoh agar dianggap keren oleh orang lain, yaitu memasang foto buku di media sosial. Jadi dari sana, mungkin mereka tahu kalau saya suka menulis.
Apa tanggapan mereka tentang hobi anda itu?
Beberapa ada yang mendukung, beberapa ada yang mengejek, beberapa lagi ada yang biasa saja. Saya tertarik kepada orang-orang yang mengejek ini, atau lebih tepatnya sinis. Saya semakin senang jika mereka semakin sinis, karena mereka semakin terlihat bodoh.
Ada masalah apa sama orang yang sinis? Nampaknya anda semangat sekali membicarakannya?
Tidak ada apa-apa sebetulnya, saya membenci sekaligus men…

Puisi-puisi Ini Ingin Memelukmu Selagi Kita Belum Menikah

Belajar Gila
Aku pernah memakai kaus kaki belang-belangwarna hitam putih sepanjang lututyang kudapat dulu waktu di penjara.Rok mini juga terpasang sempurna di tubuhku,dan payudaraku, kubiarkan bergantungan tanpa penyangga.
Lain waktu, aku pernah memakai kaus kecil yangujungnya hanya mampu menjangkau puserku, sedangkan celananya hanya sampai di atas lutut.Kubiarkan tubuhku dinikmati angin-angin jalanan.
Besok, aku berencana memakai rok panjang yang dapat menyentuh mata kaki. Dan mengenakankaus yang tidak menempel ketat tubuhku, aku ingin bergaya tampil normal.
Lalu berjalan ke luar rumah, memanjat pohon mangga,memilih satu dahan dan menjepitnya dengan paha dan betisku. Maka kepalaku akan berada di bawah, kakiku berada di atas,rokku akan menutup payudara, kausku akan menutup kepala.
Jangan protes, aku hanya berkata ingin tampil normal, bukan bertingkah normal.Dan semoga, besok aku tidak lupa memakai celana dalam.


Menjadi Poster
Aku ingin menjadi poster yang dipasang di dinding kamarmu.Aku ing…

Akhirnya Pakai Domain Pribadi

Semua bermula pada tahun 2012, sejak pertama kali mulai suka membaca dan menulis. Modal modem dan laptop, saya bisa berjam-jam menghadapi layar, buka sana-sini, browsing sana-sini, membaca tulisan ini dan itu, mencari tahu trik ini dan trik itu, dari yang paling simple sampai yang tidak banyak orang tahu. Yang paling simple adalah, ketika saya mencari tahu caranya bikin blog, karena saya suka menulis, dan blog adalah tempat yang paling pas buat menulis. Saat itu juga, saya langsung membuat, daaaan, jadi. Inilah blog pertama saya.
Selang beberapa bulan, saat blog saya sudah ada pengunjungnya, walaupun gak begitu banyak, sebagian besar malah teman sendiri dan keluarga, saya membaca sebuah postingan dari mas Alit Susanto, dia menceritakan pengalamannya mendapatkan uang dari blog melalui Google AdSense (ini yang orang nggak banyak tahu). Apa itu Google AdSense? Browsing, jangan malas hehe. Tapi intinya, Google AdSense itu adalah, blog kita akan dipasang iklan oleh google, dari iklan itu n…