Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2013

Seperti Sungai yang Mengalir

Isabelita menceritakan kisah berikut ini pada saya. Seorang Arab yang sudah tua dan tidak bisa baca-tulis, selalu berdoa dengan khusyuk setiap malam, sampai-sampai seorang pemilik karavan besar yang kaya raya memutuskan untuk memanggilnya dan mengajak bicara.

"Mengapa kau berdoa begitu khusyuk? Bagaimana kau tahu bahwa tuhan benar-benar ada, sedangkan membaca pun kau tidak bisa?"

"Saya tahu, tuan. Saya bisa membaca semua yang dituliskan Tuhan Alam Semesta ini."

"Bagaimana caranya?"

Orang tua yang bersahaja itu menjelaskan.

"Kalau tuan menerima surat dari seseorang yang tinggal di tempat jauh, bagaimana tuan mengenali siapa pengirim surat itu?"

"Lewat tulisan tanganya"

"Kalau tuan menerima sebentuk permata, bagaimana tuan tahu siapa pembuatnya?"

"Lewat ciri khas pandai emas itu"

"Kalau tuan mendengar binatang-binatang berkeliaran di dekat perkemahan, bagaimana tuan tahu apakah binatang itu domba, kuda, atau sapi jantan?&…

PASSION

Sering sekali akhir-akhir ini saya mendengar kata passion, terutama diacara televisi. Kemarin diacaranya Dedy Corbuzier passion dibahas dengan apik. Bagian pentingnya selalu diakhir dari acara itu, Dedy mengutip kalimat dari Paulo Coelho, yaitu “ketika anda memiliki keinginan yang luar biasa maka alam semesta akan mendukung anda. Tetapi pertanyaanya, apa passion anda?”  *ditujlebtujlebpassion*
Ketika kita mengerjakannya dengan ikhlas dan terus menerus, itu passion, dimana kita tidak peduli dengan omongan negative dari orang tentang apa yang kita kerjakan. Kita akan mengorbakan banyak hal untuk itu dan tetap merasa senang, itu passion. Saat kita berfikir tidak ada ukuran harta nantinya, saat itulah passion harus dicumbu.
Passion adalah rasa yang sangat nyaman ketika kita mempelajari dan menekuninya, kita tidak peduli lagi dengan anggapan jelek orang tentang passion yang kita miliki. Apalagi hanya tentang jurusan kuliah yang kita ambil, misalnya kita mahasiawa “Sastra Indonesia,” ada oran…

SUARA ITU

“Dastan, kamu tidak mengerjakan PR lagi?”
Suara itu tetap setia diingatan Dastan, dari sepuluh tahun lalu sampai sekarang, sampai Dastan menjadi mahasiswa.Suara itu selalu terdengar olehnya, suara yang berbeda nada dengan suara lainya, suara yang membuat Dastan tetap berangkat sekolah. Ya, sepuluh tahun lalu Dastan masih SD, anak sekolah dasar kelas empat berumur sepuluh tahun, anak yang sering tidak mengerjakan PR  dan selalu disuruh oleh ibu guru mengerjakanya diluar kelas.
Pernah suatu ketika, si pemilik suara itu sengaja keluar kelas hanya untuk membantu Dastan mengerjakan PR. Alhasil, mereka berdua dilarang pulang oleh ibu guru sebelum menyapu kelas. Si pemilik suara ini memang aneh, Destia namanya.

rumput gerimis

Sabtu selalu mempunyai kisah sendiri, seperti rumput dan gerimis yang menjadi bagian dari kisah itu. Mereka bertemu karena sabtu, sabtu memang baik. Berikut ini kisah rumput dan gerimis.
Sabtu : “Rumput, ini gerimis. Gerimis, ini rumput.”
“Hei gerimis, senang bertemu denganmu. Jangan memanggil temanmu lagi ya, nanti kamu bertambah banyak, kamu bukan lagi gerimis, kamu menjadi hujan.”
“Iya rumput.”
“Umm gerimis, aku heran sama kamu?”
“Kenapa?”
             “Apakah kamu tidak lelah, berjalan dari awan sampai bumi?”
“Itu sudah menjadi kewajibanku, dan tidak ada jalan lain kecuali ke bumi.”
“Apakah diawan tidak menyenangkan, sehingga kamu harus ke bumi?”
“Disana sangat menyenangkan, bahkan kamu bisa melihat semua isi bumi. Dari awan, bumimu ini terlihat biru, sebiru langit ketika aku masih tidur. Tetapi setelah sampai ke bumi, ternyata warnanya hitam, coklat, bahkan ada yang merah, dan itu membuatku yang putih jernih menjadi keruh. Jarak memang bisa menipu.”