Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2013

INI APEL, OH BUKAN INI JERUK, BUKAN! ITU EMAS

Kalian pernah membayangkan, jika tiba-tiba bumi ini hanya ditumbuhi satu pohon? Dan pohon-pohon lainya menghilang begitu saja, pasti pohon satu ini menjadi pohon yang sangat dilindungi. Mungkin semua manusia dari seluruh penjuru dunia akan datang untuk melihat satu-satunya pohon yang tersisa ini. Mungkin juga kawasan pohon ini dibuat pagar tembok besar dan tinggi, agar tidak sembarang orang mendekatinya.
            Iya, akhir-akhir ini pikiran saya aneh. Tidak hanya seperti paragraph pertama diatas, saya pernah berpikir : “Bagaimana ya rasanya tiba-tiba saya berada di jaman pra sejarah. Tetapi saya satu-satunya orang yang sudah tahu teknologi, satu-satunya orang yang mempunyai laptop dan modem, satu-satunya orang yang yang memiliki lampu, satu-satunya orang yang bisa main gitar dan satu-satunya orang lainya.”
            Ini khayalan yang sangat bodoh, iya? Mana ada dijaman prasejarah orang sudah naruh satelit untuk sinyal modem saya? Darimana pula saya mendapatkan lampu, bahkan sang p…

Kupu-kupu Cinta

Aku rasa aku mulai mengaguminya Perempuan yang diam-diam membuat hatiku berembun dengan tulisanya Aku rasa aku mulai mengaguminya Perempuan yang lantanng mengatakan tidak suka cinta pada pandangan pertama
Satu kupu-kupu merah menyala kusuruh menemuinya Sayapnya membawa salam, hatinya ingin berkenalan Satu kupu-kupu kuning matahari kusuruh mengiringi Menjaga perapian dalam jiwa yang sudah tenang
Apakah dia tau kupu-kupu itu dariku Apakah dia menerima salam itu Atau jangan-jangan, kupu-kupuku terbang ke lain sarang Atau jangan-jangan, kupu-kupuku tak pernah pulanag
“Tenang, kupu-kupumu kujaga disetiap hariku Merka merekah membuat rindu ini membuncah Tenang, kupu-kupumu beranak pinak Siap menarik kereta untuk kita kelak”

SENJA

Senja telah mati
ketika kamu memilih patah sebagai akhir
Senja telah mati
ketika biji-biji itu mulai berkecambah
Matahari tetap bersinar, walau senja
Burung-burung tak mau pulang, walau senja
Bunga-bunga tetap mekar, walau senja
Aku menjadi lemah
Karena senja telah mati

Aku Disini

Kamu dimana ?
Aku disini
Aku di ranting pohon bersama rombongan semut lainya


Kamu dimana ?
Aku disini
Aku di jendela bersama rintik-rintik hujan lainya


Kamu dimana ?
Aku disini
Aku disisihmu, kamu terlalu jauh melihat
Aku disini


Kenapa kamu tidak terlihat ?
Iya, karena kamu hanya melihat dengan mata, bukan dengan hati