Langsung ke konten utama

INI APEL, OH BUKAN INI JERUK, BUKAN! ITU EMAS

Kalian pernah membayangkan, jika tiba-tiba bumi ini hanya ditumbuhi satu pohon? Dan pohon-pohon lainya menghilang begitu saja, pasti pohon satu ini menjadi pohon yang sangat dilindungi. Mungkin semua manusia dari seluruh penjuru dunia akan datang untuk melihat satu-satunya pohon yang tersisa ini. Mungkin juga kawasan pohon ini dibuat pagar tembok besar dan tinggi, agar tidak sembarang orang mendekatinya.

            Iya, akhir-akhir ini pikiran saya aneh. Tidak hanya seperti paragraph pertama diatas, saya pernah berpikir : “Bagaimana ya rasanya tiba-tiba saya berada di jaman pra sejarah. Tetapi saya satu-satunya orang yang sudah tahu teknologi, satu-satunya orang yang mempunyai laptop dan modem, satu-satunya orang yang yang memiliki lampu, satu-satunya orang yang bisa main gitar dan satu-satunya orang lainya.”

            Ini khayalan yang sangat bodoh, iya? Mana ada dijaman prasejarah orang sudah naruh satelit untuk sinyal modem saya? Darimana pula saya mendapatkan lampu, bahkan sang penemunya belum lahir, Thomas Alfa Edison. Dan darimana saya memiliki gitar, pencipta alat music ini saja saya tidak tahu.

Tetapi jiki khayalan ini benar-benar terjadi, akan sangat kecenya saya dijaman itu. Semua orang pasti menyebut saya manusia aneh. Dan saya akan mengajarkan mereka bagaimana mengetik menggunakan Microsoft Word haha, pasti mereka bingung, ini huruf apa, ini angka berapa, ini tanda apa kok seperti alat potong daging kami (tanda Tanya)? Saya juga akan menbuatkan akun facebook untuk mereka, jika saya bikin status biar ada yang ngelike dan komen, haha lagi. Terus laptopnya gantian.

Bahkan saya pernah berkhayal, jika orang-orang yang memiliki sifat seperti para sahabat dan memang mencontoh Rasul akan memimpin Indonesia. Betapa bahagianya saya sebagai muslim mempunyai pemimpin seperti itu, karena apa? Pemimpin seperti itulah yang Indonesia butuhkan saat ini. Bukan mereka yang hanya mementingkan partai, bukan mereka yang berkoar-koar “Partai kami partai Islam, anti korupsi, kami bersiah.” Nyatanya para pemimpin mereka juga tak berdaya dihadapan uang, (maaf) dan wanita.

Saya tidak akan membahas tentang partai atau politik, saya pengamat abal-abal mengenai itu.

Tuh, tambah aneh khayalanya.

Saya menulis ini karena tugas kuliah sangat banyak. Salahkan tugas kuliah, jangan saya.


@fachriley

#memutar cold play - paradise

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan-catatan Kecil

Holaaa...
Jadi gini, ini adalah buku kecil yang saya tulis khusus untuk Pak Hanggoro dan teman-teman Teknik Sipil Unnes. Pak Hanggoro itu siapa? Beliau adalah salah satu dosen di Teknik Sipil. Buku ini menceritakan perjalanan singkat kami dari semester 1 sampai akhirnya sidang TA (Tugas Akhir). Saya yakin buku ini tidak dapat mewakili semua kejadian yang ada, namun inilah persembahan saya untuk teman-teman seperjuangan, semoga berkenan dan menjadi pengingat di hari kelak. Dan kalian bisa mengunduhnya secara gratis.
Unduh di sini.
Penampakan bukunya...




Terimakasih teman-teman, selamat membaca...

Tidak Ada Cerita Tentang Wisuda

Kemarin saya wisuda, dan acaranya berlangsung sangat, biasa saja. Cenderung bikin ngantuk.
Tidak ada yang istimewa, kecuali kehadiran dan senyum wanita-wanita ini. Kau tahu? Beberapa orang saja dalam hidupmu, tidak banyak, mungkin tidak lebih dari 20 orang, sangat bisa membuat hidupmu bahagia dan berarti. Kualitas. Dan yang bisa berbuat yang demikian itu hanya manusia yang benar-benar manusia, bicara manis di depan juga manis di belakang. They did it.















Ya, tidak ada cerita tentang wisuda jika mereka tak hadir, menjabat tangan saya, memeluk, dan mendaratkan kasih sayang di pipi kanan dan kiri. 


(Cerpen) Racauan Pemuda Tanggung

Pertama, “Fakhri, nak, bangun.”
Kedua, “Fakhrii, bangun, nak.”
Ketiga, “Fakhriii, bangun. Banguuun!!!”
Ibu bilang aku terbangun pada ketujuh kalinya ibu membangunkan aku. Aku sedang bermimpi berada di surga, tempat terindah yang pernah ada bagi orang yang pantas. Di sana, istriku ada tujuh puluh tujuh orang, semuanya wanita, semuanya berambut panjang, semuanya cantik tak tertahankan. Aku kewalahan.
Belek di mata belum tuntas kubersihkan, suara Symphony 40 Mozart terdengar dari kamar sebelah, kamar adik perempuanku. Oh Mozart, kau ciptakan alunan maha indah seperti itu saat kau sedang bercinta dengan siapa? Dengan gaya apa kau melakukannya? Oh Mozart, beri tahu aku.
“Fakhriii...!!” Ibu kembali memanggil, dengan suara yang lebih keras. “Bangun, mandi!!”
Oh Mozart, aku baru bangun, ibu sudah menyuruhku mandi, aku sedang mendengarkanmu, tolong beri tahu ibu bahwa aku sedang mendengarkanmu. Perkara sepele seperti mandi tak pantas mengganggu kenikamatan alunan maha indah darimu. Oh Mozart,…