Langsung ke konten utama

SELAMAT ULANG TAHUN

Pagi-Mu yang indah telah terbangun

Karna malam-Mu yang lelah telah tertidur

Pagi-Mu bangun mendahuluiku

Karna aku seperti malam-Mu, lelah



“Pagi” sapaku

“Kau mau kuceritakan sesuatu?

Tak usah kau jawab aku tahu kau mau.

Kemarin, ibuku ulang tahun.”

“Ibu yang mana, bukanya mei ulang tahun ibumu?”

“Tumben kau menjawab?

Ini ibu yang satu

Aku sudah membuat puisi untuknya, kau mau membaca? Ini:”



Ibuk, puisi yang kubuat, semoga kau suka

Karena resepnya datang dari setiap tarikan garis senyum diwajahmu

Karna kalimatnya tersusun atas rasa syangmu



Sayangmu itu sangat romantis

Bahkan Leonardo Dicaprio bisa murka karenanya

Sayangmu itu sangat romantis

Aku takut akan ada banyak orang yang jatuh karenanya

Dan sangat khawatir, engkau bingung mau menolong siapa




Puisi yang kubuat, semoga kau suka

Karna bersamanya, aku kirim seribu kupu-kupu kerumahmu

Mereka menyembul dari dasar perutku

Sebagian berwarna jingga dan membawa cinta

Sebagian berwarna ungu dan membawa rindu

Sebagian lagi tak punya warna, mereka ingin berkata:




“Selamat ulang tahun ya, ibu."




t : @fachriley

Komentar

  1. bagus sih isinya,
    tapi diksinya biasa.hehe
    sotoy ya,
    ini mesti pas baru pertama kali nulis, pas awal-awal yaa.

    langkah awal itu pijakan pertama untuk menjadi hebat :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan-catatan Kecil

Holaaa...
Jadi gini, ini adalah buku kecil yang saya tulis khusus untuk Pak Hanggoro dan teman-teman Teknik Sipil Unnes. Pak Hanggoro itu siapa? Beliau adalah salah satu dosen di Teknik Sipil. Buku ini menceritakan perjalanan singkat kami dari semester 1 sampai akhirnya sidang TA (Tugas Akhir). Saya yakin buku ini tidak dapat mewakili semua kejadian yang ada, namun inilah persembahan saya untuk teman-teman seperjuangan, semoga berkenan dan menjadi pengingat di hari kelak. Dan kalian bisa mengunduhnya secara gratis.
Unduh di sini.
Penampakan bukunya...




Terimakasih teman-teman, selamat membaca...

Tidak Ada Cerita Tentang Wisuda

Kemarin saya wisuda, dan acaranya berlangsung sangat, biasa saja. Cenderung bikin ngantuk.
Tidak ada yang istimewa, kecuali kehadiran dan senyum wanita-wanita ini. Kau tahu? Beberapa orang saja dalam hidupmu, tidak banyak, mungkin tidak lebih dari 20 orang, sangat bisa membuat hidupmu bahagia dan berarti. Kualitas. Dan yang bisa berbuat yang demikian itu hanya manusia yang benar-benar manusia, bicara manis di depan juga manis di belakang. They did it.















Ya, tidak ada cerita tentang wisuda jika mereka tak hadir, menjabat tangan saya, memeluk, dan mendaratkan kasih sayang di pipi kanan dan kiri. 


(Cerpen) Racauan Pemuda Tanggung

Pertama, “Fakhri, nak, bangun.”
Kedua, “Fakhrii, bangun, nak.”
Ketiga, “Fakhriii, bangun. Banguuun!!!”
Ibu bilang aku terbangun pada ketujuh kalinya ibu membangunkan aku. Aku sedang bermimpi berada di surga, tempat terindah yang pernah ada bagi orang yang pantas. Di sana, istriku ada tujuh puluh tujuh orang, semuanya wanita, semuanya berambut panjang, semuanya cantik tak tertahankan. Aku kewalahan.
Belek di mata belum tuntas kubersihkan, suara Symphony 40 Mozart terdengar dari kamar sebelah, kamar adik perempuanku. Oh Mozart, kau ciptakan alunan maha indah seperti itu saat kau sedang bercinta dengan siapa? Dengan gaya apa kau melakukannya? Oh Mozart, beri tahu aku.
“Fakhriii...!!” Ibu kembali memanggil, dengan suara yang lebih keras. “Bangun, mandi!!”
Oh Mozart, aku baru bangun, ibu sudah menyuruhku mandi, aku sedang mendengarkanmu, tolong beri tahu ibu bahwa aku sedang mendengarkanmu. Perkara sepele seperti mandi tak pantas mengganggu kenikamatan alunan maha indah darimu. Oh Mozart,…