Langsung ke konten utama

Memilih mu? Ah sudahlah.. .

Kami memilihmu, tidak butuh tahun demi tahun
Hanya detik demi detik
Dalam ruang kecil, sekecil usahamu diatas jabatanmu

Kamu memimpin, tidak hanya detik demi detik
Tahun demi tahun
Tetapi perubahanmu, detik demi detik

Disini 
Dibalik pagar geribik, bersama pakaian-pakaian usang
Janjimu yang semu, kelabu, bau dan menipu kami tunggu
Disini 
Ditengah kemiskinan dan kekumuhan kotamu
Uluran tangan tanpa pamrih kami tunggu

Wahai engkau yang disebut pemimpin
Kami bosan, sungguh sangat bosan mendengar kabarmu
Wahai engkau yang disebut pemimpin
Tanggalkan baju presiden mu, itu terlalu besar untuk mu

t : @fachriley

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku Kiat Sukses Hancur Lebur – Martin Suryajaya

Saya bertemu buku ini dalam sebuah acara pameran buku yang diselenggarakan di Gedung Wanita Semarang. Saat itu, Kiat Sukses Hancur Lebur terpampang jelas di rak buku sebuah stand yang berada tepat di depan pintu masuk gedung ini. Saya terkejut saat membaca judulnya, untuk menjadi hancur lebur pun ada kiat-kiatnya, itulah pikiran saya waktu itu. 

Lantas saya berjalan mengelilingi stand-stand buku yang ada, saya membeli dua buku terbitan baNana yang lain—penerbit yang sama dengan Kiat Sukses Hancur Lebur, Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi dan The Catcher in the Rye. Kiat Sukses Hancur Lebur saya “tinggalkan” begitu saja. 

Beberapa bulan setelah itu, seorang teman mengajak saya untuk menghadiri acara Bincang Buku bersama penulisnya di malam tahun baru, Kiat Sukses Hancur Lebur, Martin Suryajaya.
Pembuka novel ini adalah sebuah paragraf yang dibuat melantur, seperti orang mabuk ciu literan yang dioplos sesuka hati: