Langsung ke konten utama

Mencintaiku itu Mudah

Kamu yang cintanya akan bertambah ketika
melihat kerutan diwajahku, lalu berucap:
"Kamu terlihat lebih muda dengan kerutan itu"
Mudahkan?
Seperti mudahnya kamu menjawab pertanyaan "1+1=2”


Kamu yang akan betah dirumah ketika putih sudah
mendominasi warna rambutku, lalu berucap:
"Putihmu akan menuntunku, memberi cahaya diakhirat kelak"
Mudahkan?
Seperti mudahnya kamu membaca tulisan ini


Mencintaiku itu mudah
Kamu tidak perlu sempurna, aku tidak menginginkanya
Karena tidak akan ada ruang kosong dihatimu untuk kutempati
Kamu hanya perlu menjadi dirimu sendiri
Mencintaiku itu mudah
Kamu hanya perlu tetap disisiku seperti apapun kondisinya
Walau kondisi terburuk yang tidak diinginkan
Karena cinta yang baik tidak akan meninggalkan
bahkan dengan alasan sepele seperti itu

Lagi lagi, kamu yang tidak memerlukan waktu lama untuk berdandan
Kamu yang tetap percaya diri walau tidak ada bedak
menutup wajah mu
Karena kamu percaya, cantik dalam kesederhanaan adalah
cantik yang sesungguhnya

Dan kamu yang tidak perlu melihat tutorial hijab apa itulah namanya
untuk tahu cara berkerudung modern
Tetapi kamu yang dengan bangga berkerudung sesuai ajaran Islam
Kamu yang seperti itu, yang akan membuatku jatuh cinta

Dan kita akan saling bertemu
Bersapa, kemudian jatuh cinta
Percayalah akan semudah itu

Mencintaiku itu mudah, percayalah



t : @fachriley

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku Kiat Sukses Hancur Lebur – Martin Suryajaya

Saya bertemu buku ini dalam sebuah acara pameran buku yang diselenggarakan di Gedung Wanita Semarang. Saat itu, Kiat Sukses Hancur Lebur terpampang jelas di rak buku sebuah stand yang berada tepat di depan pintu masuk gedung ini. Saya terkejut saat membaca judulnya, untuk menjadi hancur lebur pun ada kiat-kiatnya, itulah pikiran saya waktu itu. 

Lantas saya berjalan mengelilingi stand-stand buku yang ada, saya membeli dua buku terbitan baNana yang lain—penerbit yang sama dengan Kiat Sukses Hancur Lebur, Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi dan The Catcher in the Rye. Kiat Sukses Hancur Lebur saya “tinggalkan” begitu saja. 

Beberapa bulan setelah itu, seorang teman mengajak saya untuk menghadiri acara Bincang Buku bersama penulisnya di malam tahun baru, Kiat Sukses Hancur Lebur, Martin Suryajaya.
Pembuka novel ini adalah sebuah paragraf yang dibuat melantur, seperti orang mabuk ciu literan yang dioplos sesuka hati: