23.11.13

Bung Karno



Cerpen ini hasil dari lomba tulis cerpen di unnes, lomba dilaksanakan hari selasa 19 november 2013, kemarin. Peserta diberi waktu empat jam dan tema cerpen ditentukan hari itu pula. “Aktualisasi nilai-nilai lokal dan pendidikan karakter bangsa” itu temanya. Sangat ribet menurut saya, dan ini hasil cerpennya. Silahkan dikritik.



“Kamu pengagum Bung Karno?”
“Iya.”
“Kenapa suka mabuk dan mengikuti gaya hidup orang barat?”
“Aku anak muda jaman sekarang.”
***
Jogja, 2014.
            Aku sengaja tidak masuk kuliah hari ini, untuk menengok Adi yang sudah seminggu juga tidak kelihatan di kampus. Kukayuh sepeda dengan pelan, mengingat kondisi jalan Jogja yang padat ketika pagi hari. Sesampainya disana, benar apa perkiraanku, dia belum bangun dan seperti biasanya, sebotol bir dan beberapa putung rokok tergeletak disamping ranjang. Kupandangi sekali lagi semua isi kamarnya, poster besar Bung Karno tetap tertempel pada sebelah kanan ranjang, poster itu begitu berwibawa. Bung Karno sedang berbicara dihadapan mikrofon, tangan kanannya mengacung ke udara serta wajah garang macam pejuang yang kesetanan. Itulah idolanya,
            Kugoyangkan kaki Adi, tapi tetap tak mau bangun. Baru ketika kubuka jendela kamar dan sinar matahri tepat mengenai wajahnya, mata belok dan alis yang meliuk indah bak lengkungan pelangi itu terbuka.
“Sedang apa kamu, sepagi ini sudah masuk kamar orang tanpa salam?” bahkan Adi langsung bertanya ketus ketika melihatku.
“Sepagi ini? Hah! Ini sudah jam sepuluh, cepat bangun dari kasurmu, mandi,” jawabku kesal.
            “Buat apa mandi, nanti juga kotor lagi,” jawaban andalan yang selalu ia ucapkan ketika disuruh mandi.
            “Mau sampai kapan kamu begini, mau kamu selesaikan kapan kuliahmu, jika berangkat pun tak pernah?” tanyaku lagi.
            “Sampai kamu pulang dan tidak kemari lagi,” jawabnya pelan yang membuatku terdiam beberapa saat.

1.11.13

Jomblo? Keren!



Hai mblo, bagaimana kabarnya? Masih berani hidup? Kata banyak orang, hidup menyandang predikat jomblo itu hina, hina sekali. Bagaimana? Kuat?

Banyak orang? Siapa yang berani mengatakan demikian? Jomblo dan hina itu dua wujud yang sangat jauh berbeda, jauh sekali. Kalau ada orang yang mengatakan kalian hina gara-gara tidak punya pacar, sesungguhnhya yang benar-benar hina itu mereka, mereka yang berpacaran tetapi menghina yang jomblo. Dalam hal baik saja dilarang apalagi dalam hal tidak baik, bingung? Begini maksutnya: ketika kita mempunyai hal baik, contoh mobil baru, pamer dan menghina orang yang tidak mempunyai mobil saja tidak boleh. Ini dalam hal baik, mobil. Apalagi pacar, yang jelas dilarang Allah.

Pacar dan jomblo, dua pilihan yang sangat menentukan pergaulan jaman sekarang, kata banyak orang. Banyak orang lagi, kapan sedikitnya? Tidak bisa dipungkiri pula, kalau kalian punya pacar, kalian akan terlihat keren dimata teman-teman kalian. Terlihat laku. Ketika ada acara kampus dan kalian datang sama pacar, lalu dikenalin ke teman-teman, maka derajat kalian akan naik. Ssst tapi tunggu, keren dimata teman apa artinya dibandingkan keren dimata Allah? Dan kalau kalian jomblo, tidak akan disapa, dikucilkan dari pergaulan, dianggap manusia asing, dan kalau ada acara kampus, kalian tidak akan diundang, karena jomblo. *abaikan kalimat terakhir saya*

Lagi-lagi menurut banyak orang, mereka berpikir tidak punya pacar itu karena kurang cantik atau ganteng, kurang pergaulan, penampilan kurang oke, duitnya sedikit, dan seterusnya, dan setelah seterusnya. Baaah pemikiran seperti apa itu? Kenapa tidak berpikir, Allah itu sangat menyayangi kita, sehingga untuk pacaran kita dilarang-Nya. Allah sangat menyayangi saya dan kalian yang jomblo, Dia tidak mau melihat kita berbuat dosa atau mungkin Dia tidak berkenan kalau dosa kita berasal dari hal yang sudah jelas laranganya: haram. Saran saya buat banyak orang itu: “Mulailah berpikir dari sudut pandang yang istimewa.”

Jadi, buat kalian yang jomblo, jangan malu, yang seharusnya malu itu mereka yang pacaran, kenapa? Karena bangga berbuat dosa dan memamerkanya.

Dan saat nanti ada orang yang bertanya karena tulisan saya ini: “Kamu menulis ini karena kamu jomblo kan? Dan kamu iri kepada mereka yang pacaran?”
Ma’af, saya sudah menyiapkan jawabanya.


Memutar the only exception, paramore.

t : @fachriley

Untuk Adik Perempuanku

Hai.. Apa kabarmu? 19 tahun, ya? Dulu, duluuu sekali saat aku seusiamu, aku adalah seorang laki-laki, sekarang juga masih, dan akan ...