Langsung ke konten utama

2014


Hari ke-15 dalam #30HariMenulisSuratCinta
Untuk tahun 2014

Wahai tahun 2014, kami rindu, sungguh sangat rindu akan sosok pemimpin yang jujur, adil, amanah, dan mencontoh kepemimpinan Rasul. Kami rindu, mendengar cerita pemimpin yang rela menggendong sendiri sekarung beras untuk diberikan pada rakyatnya yang kelaparan.

Wahai tahun 2014, sebentar lagi pemilu akan dilakukan. Akan ada pemimpin baru yang kamu lahirkan, yang akan menggantikan pemimpin lama. Beri kami pemimpin yang tidak hanya mendekat saat ada mau dan tekad, dan menjauh saat itu sudah didapat. Kami sudah sangat bosan akan pemimpin seperti itu.

Wahai tahun 2014, kami rindu pemimpin seumpama Abu Bakar. Ketika sahabat-sahabat lain menyedekahkan sebagian harta, Abu Bakar menyedekahkan semua hartanya.

Jangan pelit melahirkan pemimpin shaleh lagi hebat. Sungguh kami rela, jika kau tak perlu melahirkan penari, penyanyi, penghibur, dan semacamnya untuk mengganti kelahiran pemimpin seperti itu.

Jangan pelit melahirkan perempuan-perempuan berpengaruh seumpama Khadijah dan Aisyah. Sungguh kami rela, jika kau tak perlu melahirkan wanita-wanita pecinta korupsi untuk menggantikan kelahiran satuuu saja wanita seumpama mereka.


Wahai tahun 2014, kami rindu pemimpin shaleh lagi hebat, dan wanita yang agung dan anggun dimata Tuhan kami.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku Kiat Sukses Hancur Lebur – Martin Suryajaya

Saya bertemu buku ini dalam sebuah acara pameran buku yang diselenggarakan di Gedung Wanita Semarang. Saat itu, Kiat Sukses Hancur Lebur terpampang jelas di rak buku sebuah stand yang berada tepat di depan pintu masuk gedung ini. Saya terkejut saat membaca judulnya, untuk menjadi hancur lebur pun ada kiat-kiatnya, itulah pikiran saya waktu itu. 

Lantas saya berjalan mengelilingi stand-stand buku yang ada, saya membeli dua buku terbitan baNana yang lain—penerbit yang sama dengan Kiat Sukses Hancur Lebur, Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi dan The Catcher in the Rye. Kiat Sukses Hancur Lebur saya “tinggalkan” begitu saja. 

Beberapa bulan setelah itu, seorang teman mengajak saya untuk menghadiri acara Bincang Buku bersama penulisnya di malam tahun baru, Kiat Sukses Hancur Lebur, Martin Suryajaya.
Pembuka novel ini adalah sebuah paragraf yang dibuat melantur, seperti orang mabuk ciu literan yang dioplos sesuka hati: