Langsung ke konten utama

Bosan


Hari ke-22 dalam #30HariMenulisSuratCinta

Sedari pagi, aku sudah memikirkan kata demi kata untuk kusampaikan padamu. Berjam-jam dihadapan layar, bosan, tapi tetap tidak ketemu kalimat yang pas selain kalimat itu. Kalimat yang sebenarnya tidak kuharapkan ada, tapi nyatanya kalimat itulah yang muncul.


Aku sudah bosan merindukanmu… .


Ma’af, membuatmu kecewa. Atau kamu malah senang dengan kalimat itu? yang aku tahu, kamu memang tidak pernah memeriksa rindu ini. Kamu lebih memilih menyuruh malaikat untuk hadir ditidurku sebagai sosok yang menyerupai kamu, bahkan persis.


Kamu tahu, matamu sangat romantis untuk diingat?

Kamu tahu, bibirku masih mengecap legit keningmu?

Ah, kali ini aku yang berlebihan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku Kiat Sukses Hancur Lebur – Martin Suryajaya

Saya bertemu buku ini dalam sebuah acara pameran buku yang diselenggarakan di Gedung Wanita Semarang. Saat itu, Kiat Sukses Hancur Lebur terpampang jelas di rak buku sebuah stand yang berada tepat di depan pintu masuk gedung ini. Saya terkejut saat membaca judulnya, untuk menjadi hancur lebur pun ada kiat-kiatnya, itulah pikiran saya waktu itu. 

Lantas saya berjalan mengelilingi stand-stand buku yang ada, saya membeli dua buku terbitan baNana yang lain—penerbit yang sama dengan Kiat Sukses Hancur Lebur, Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi dan The Catcher in the Rye. Kiat Sukses Hancur Lebur saya “tinggalkan” begitu saja. 

Beberapa bulan setelah itu, seorang teman mengajak saya untuk menghadiri acara Bincang Buku bersama penulisnya di malam tahun baru, Kiat Sukses Hancur Lebur, Martin Suryajaya.
Pembuka novel ini adalah sebuah paragraf yang dibuat melantur, seperti orang mabuk ciu literan yang dioplos sesuka hati: