Langsung ke konten utama

Kak Gembrit, Ma’af


Hari ke-18 dalam #30HariMenulisSuratCinta

Kak, kemarin aku nggak bisa ngirim surat cinta di hari ke-17, ada acara ke Jogja.  Jam tiga pagi aja aku kudu mandi dan berangkat jam empat dari Semarang. Niat awal mau bikin surat sore harinya, rencananya kan jam lima sore sudah sampai kos lagi. Etapi malah jam sembilan malam aja masih istirahat di alun-alun Magelang, dan jam sebelas baru nyampe kos, capek banget, kak.

Sebagai bentuk permintaan ma’af, bagaimana kalau kakak aku ajak jalan-jalan naik Toyota Agya? Tahu kan mobil baru dari Toyota itu? Itu mobil ketje banget, kak. Ramah lingkungan dan hemat bahan bakar, 1 liter aja bisa buat jalan sejauh 20 km. Terus, leg room-nya atau ruang spasi untuk kaki lebih luas dari mobil-mobil lainnya. Selain itu, system keamanannya SRS airbag, pasti kakak nggak tahu. Makanya ayo mau diajak jalan-jalan, nanti tak kasih tahu apa itu SRS airbag.

Bentar deh, kak. Aku cowok, kakak juga cowok. Cowok ngajak cowok kencan itu normal, nggak? Terus, cowok yang mau diajak kencan sama cowok itu.. .ah sudahlah.

Intinya gini, kak. Sebagai permintaan ma’af karena kemarin aku nggk bikin surat cinta. Aku mau ngajak kakak jalan-jalan naik Toyota Agya, mobil baru yang keren itu, yang ketje gila itu, oke.

Komentar

  1. Gapapa.. normal2 aja kok cowok ngajak kencan cowok.. #halah

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku Kiat Sukses Hancur Lebur – Martin Suryajaya

Saya bertemu buku ini dalam sebuah acara pameran buku yang diselenggarakan di Gedung Wanita Semarang. Saat itu, Kiat Sukses Hancur Lebur terpampang jelas di rak buku sebuah stand yang berada tepat di depan pintu masuk gedung ini. Saya terkejut saat membaca judulnya, untuk menjadi hancur lebur pun ada kiat-kiatnya, itulah pikiran saya waktu itu. 

Lantas saya berjalan mengelilingi stand-stand buku yang ada, saya membeli dua buku terbitan baNana yang lain—penerbit yang sama dengan Kiat Sukses Hancur Lebur, Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi dan The Catcher in the Rye. Kiat Sukses Hancur Lebur saya “tinggalkan” begitu saja. 

Beberapa bulan setelah itu, seorang teman mengajak saya untuk menghadiri acara Bincang Buku bersama penulisnya di malam tahun baru, Kiat Sukses Hancur Lebur, Martin Suryajaya.
Pembuka novel ini adalah sebuah paragraf yang dibuat melantur, seperti orang mabuk ciu literan yang dioplos sesuka hati: