Langsung ke konten utama

Sabar, oke?


Hari ke-27 dalam #30HariMenulisSuratCinta
Untuk R

Akhir-akhir ini emosimu sangat stabil di emosi marah, kamu sedang gampang-gampangnya marah, kurasakan betul saat di rumah. Ada apa?

Apa karena satu hal yang belum kamu peroleh setelah lulus S2? Atau ada hal lain? Tapi apapun itu, semoga tidak membuatmu menjadi orang yang gampang marah. Karena sejatinya kamu tidak seperti itu.

Hari ini aku lelah, sangat lelah. Kemarin diajak main futsal sama teman, dua jam. Bayangkan dua jam futsal dengan hanya sebelas orang, sehingga hanya ada satu pergantian saja selama dua jam itu, sekarang kakiku nut-nutan.

Jadi, kuakhiri saja surat ini. Tapi intinya, ada yang aneh dengan kamu sekarang. Dan kami tidak tahu penyebabnya, tapi kami bisa menebak. Namun, semoga tebakan kami salah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku Kiat Sukses Hancur Lebur – Martin Suryajaya

Saya bertemu buku ini dalam sebuah acara pameran buku yang diselenggarakan di Gedung Wanita Semarang. Saat itu, Kiat Sukses Hancur Lebur terpampang jelas di rak buku sebuah stand yang berada tepat di depan pintu masuk gedung ini. Saya terkejut saat membaca judulnya, untuk menjadi hancur lebur pun ada kiat-kiatnya, itulah pikiran saya waktu itu. 

Lantas saya berjalan mengelilingi stand-stand buku yang ada, saya membeli dua buku terbitan baNana yang lain—penerbit yang sama dengan Kiat Sukses Hancur Lebur, Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi dan The Catcher in the Rye. Kiat Sukses Hancur Lebur saya “tinggalkan” begitu saja. 

Beberapa bulan setelah itu, seorang teman mengajak saya untuk menghadiri acara Bincang Buku bersama penulisnya di malam tahun baru, Kiat Sukses Hancur Lebur, Martin Suryajaya.
Pembuka novel ini adalah sebuah paragraf yang dibuat melantur, seperti orang mabuk ciu literan yang dioplos sesuka hati: