Langsung ke konten utama

Dia


Hari ke-30 dalam #30HariMenulisSuratCinta

Saat ada yang bertanya: apa bekal yang kamu persiapkan untuk mencapai kesuksesan? Maka dengan tegas kujawab: Ibu. Kenapa? Karena 90% bekal untuk sukses ada pada sosok lembut nan penyayang itu. Lalu 10% sisanya baru usaha sendiri.

Meninggalkanmu, berarti meninggalkan kehidupan, Bu. Aku tak akan melakukannya. Karena siapa yang akan aku mintai saran ketika masalah menghampiriku. Siapa yang akan memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan yang ada di kepalaku. Bahkan Agustinus Wibowo pun pernah berkata dalam bukunya yang berjudul Titik Nol: semua jawaban tentang kehidupan dalam perjalan kita, ada pada sosok yang justru tidak pernah kemana-mana.

Meninggalkanmu, berarti meninggalkan kehidupan, Bu. Aku tak akan melakukannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku Kiat Sukses Hancur Lebur – Martin Suryajaya

Saya bertemu buku ini dalam sebuah acara pameran buku yang diselenggarakan di Gedung Wanita Semarang. Saat itu, Kiat Sukses Hancur Lebur terpampang jelas di rak buku sebuah stand yang berada tepat di depan pintu masuk gedung ini. Saya terkejut saat membaca judulnya, untuk menjadi hancur lebur pun ada kiat-kiatnya, itulah pikiran saya waktu itu. 

Lantas saya berjalan mengelilingi stand-stand buku yang ada, saya membeli dua buku terbitan baNana yang lain—penerbit yang sama dengan Kiat Sukses Hancur Lebur, Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi dan The Catcher in the Rye. Kiat Sukses Hancur Lebur saya “tinggalkan” begitu saja. 

Beberapa bulan setelah itu, seorang teman mengajak saya untuk menghadiri acara Bincang Buku bersama penulisnya di malam tahun baru, Kiat Sukses Hancur Lebur, Martin Suryajaya.
Pembuka novel ini adalah sebuah paragraf yang dibuat melantur, seperti orang mabuk ciu literan yang dioplos sesuka hati: