Langsung ke konten utama

Bila Kamu Benar-benar Pergi



Bila cinta benar-benar beralih dari kita.
Tentu ia akan mengenakan pakaian terbaiknya.
Memilih, mencocokkan, lalu menjajalnya.
Kemudian bercermin untuk memastikan ia pantas mengenakannya.
Semua itu karena ia cinta yang baik.

Bila cinta sudah tak mau bersama kita.
Tentu ia akan memberi tahu lewat ucapannya.
Memilih kata, menyisipkan diksi.
Lalu merangkainya menjadi kalimat indah yang maknanya perpisahan.
Semua itu juga karena ia cinta yang baik.

Tapi bila kamu benar-benar akan pergi dari aku.
Tentu kamu tidak akan mengenakan pakaian terbaik.
Tidak pula menyusun kalimat indah.
Semua itu karena kamu memang bukan cinta, cinta yang baik.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku Kiat Sukses Hancur Lebur – Martin Suryajaya

Saya bertemu buku ini dalam sebuah acara pameran buku yang diselenggarakan di Gedung Wanita Semarang. Saat itu, Kiat Sukses Hancur Lebur terpampang jelas di rak buku sebuah stand yang berada tepat di depan pintu masuk gedung ini. Saya terkejut saat membaca judulnya, untuk menjadi hancur lebur pun ada kiat-kiatnya, itulah pikiran saya waktu itu. 

Lantas saya berjalan mengelilingi stand-stand buku yang ada, saya membeli dua buku terbitan baNana yang lain—penerbit yang sama dengan Kiat Sukses Hancur Lebur, Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi dan The Catcher in the Rye. Kiat Sukses Hancur Lebur saya “tinggalkan” begitu saja. 

Beberapa bulan setelah itu, seorang teman mengajak saya untuk menghadiri acara Bincang Buku bersama penulisnya di malam tahun baru, Kiat Sukses Hancur Lebur, Martin Suryajaya.
Pembuka novel ini adalah sebuah paragraf yang dibuat melantur, seperti orang mabuk ciu literan yang dioplos sesuka hati: