Langsung ke konten utama

Steven Gerrard, Pemain Idola



Saat tahu ada kompetisi blog yang hadiahnya ke Inggris itu rasanya kayak saat tahu ada kompetisi blog yang hadiahnya ke Inggris. Serius. Seneeeng banget. Langsung tertarik buat ikutan.

Kalau ada yang bertanya, kenapa kamu harus pergi ke Inggris? Yaelah, jawabannya itu mudah banget, karena diajakin Mister Potato. Gratis pula. Mister Potato kan baik, produknya enak-enak, terjangkau lagi. Iya, kan? Oke, itu sudah saya puji-puji, tolong dipertimbangkan siapa yang pantas diajak.

          Inggris gratis, sebagai mahasiswa yang tabungannya tidak seberapa, ke Inggris gratis itu semacam liburan untuk lepas dari rutinitas kampus yang sedikit menjenuhkan, dan tanpa keluar biaya. Ini akan menjadi hal yang sangat diingini mahasiswa-mahasiswa lain. Saya akan menjadi salah satu orang yang beruntung jika mendapatkannya.


          Sudah tiga paragraf, tetapi belum ada satu penjelasan pun yang berkaitan dengan judul, apa-apaan ini? Saya tahu itu pertanyaan yang sedang kalian pikirkan, ngaku? Oke, let’s start the main reason, guys. Liverpool Football Club, itu klub sepakbola yang saya sukai dari SD. Dari umur 12 tahun saya sudah bermimpi untuk bisa pergi ke sana, lalu bertemu dengan pemain idola, Steven Gerrard. Sekarang saya sudah 21 tahun, sudah sembilan tahun saya berharap untuk bisa pergi ke sana. Itu berarti, harapan saya sudah berulang tahun sembilan kali, mudah-mudahan di ulang tahun yang ke sepuluh nanti, Mister Potato mewujudkan harapan itu. Mewujudkan keinginan masa kecil saya.

            Awal saya mengidolakan Gerrard, yaitu ketika final liga champion 2005 di Istanbul, Turki. Liverpool sudah tertinggal 3-0 di babak pertama oleh AC Milan. Dan kesempatan untuk menjuarai liga champion ke-lima kalinya mungkin sudah sirna, tetapi di menit 54, sang kapten, Steven Gerrard, mampu menjebol gawang Dida lewat sundulan kepala. Goal itulah yang menjadi penyemangat bagi Smicer dan Xabi Alonso untuk membuat goal di menit 56 dan 60. Kedudukan imbang 3-3. Dan Liverpool memenangkan pertandinga itu melalui adu penalti.



Fantastic goal


Selebrasi Gerrard untuk menyemangati pemain lain, kita mampu memenangkan pertandingan ini.




We are the winner. 






Satu yang membuat saya tetap mengidolakannya, setia. Real Madrid, Inter Milan, dan sejumlah klub besar Eropa lainnya pernah akan maminangnya, tetapi dia menolak dengan alasan sederhana: saya mencintai Liverpool. Dan tanggal 30 Mei kemarin, Steven Gerrard ulang tahun yang ke-34. Saya mau memberi hadiah untuknya. Serta mengucapkan selamat, karena bisa berlaga di liga champion lagi setelah beberapa musim Liverpool tidak bisa merasakan atmosfer liga itu.

***

          Saya tidak akan membuat tulisan ini panjang dan tidak enak lagi dibaca. Jadi, saya akhiri saja. Thank you.

Foto dulu, ah, sama Mister Potato. Ini foto di Indonesia. Nanti saya akan membagikan foto yang di Inggris juga, dan hal itu ada di tangan Mister Potato sepenuhnya.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan-catatan Kecil

Holaaa...
Jadi gini, ini adalah buku kecil yang saya tulis khusus untuk Pak Hanggoro dan teman-teman Teknik Sipil Unnes. Pak Hanggoro itu siapa? Beliau adalah salah satu dosen di Teknik Sipil. Buku ini menceritakan perjalanan singkat kami dari semester 1 sampai akhirnya sidang TA (Tugas Akhir). Saya yakin buku ini tidak dapat mewakili semua kejadian yang ada, namun inilah persembahan saya untuk teman-teman seperjuangan, semoga berkenan dan menjadi pengingat di hari kelak. Dan kalian bisa mengunduhnya secara gratis.
Unduh di sini.
Penampakan bukunya...




Terimakasih teman-teman, selamat membaca...

Tidak Ada Cerita Tentang Wisuda

Kemarin saya wisuda, dan acaranya berlangsung sangat, biasa saja. Cenderung bikin ngantuk.
Tidak ada yang istimewa, kecuali kehadiran dan senyum wanita-wanita ini. Kau tahu? Beberapa orang saja dalam hidupmu, tidak banyak, mungkin tidak lebih dari 20 orang, sangat bisa membuat hidupmu bahagia dan berarti. Kualitas. Dan yang bisa berbuat yang demikian itu hanya manusia yang benar-benar manusia, bicara manis di depan juga manis di belakang. They did it.















Ya, tidak ada cerita tentang wisuda jika mereka tak hadir, menjabat tangan saya, memeluk, dan mendaratkan kasih sayang di pipi kanan dan kiri. 


(Cerpen) Racauan Pemuda Tanggung

Pertama, “Fakhri, nak, bangun.”
Kedua, “Fakhrii, bangun, nak.”
Ketiga, “Fakhriii, bangun. Banguuun!!!”
Ibu bilang aku terbangun pada ketujuh kalinya ibu membangunkan aku. Aku sedang bermimpi berada di surga, tempat terindah yang pernah ada bagi orang yang pantas. Di sana, istriku ada tujuh puluh tujuh orang, semuanya wanita, semuanya berambut panjang, semuanya cantik tak tertahankan. Aku kewalahan.
Belek di mata belum tuntas kubersihkan, suara Symphony 40 Mozart terdengar dari kamar sebelah, kamar adik perempuanku. Oh Mozart, kau ciptakan alunan maha indah seperti itu saat kau sedang bercinta dengan siapa? Dengan gaya apa kau melakukannya? Oh Mozart, beri tahu aku.
“Fakhriii...!!” Ibu kembali memanggil, dengan suara yang lebih keras. “Bangun, mandi!!”
Oh Mozart, aku baru bangun, ibu sudah menyuruhku mandi, aku sedang mendengarkanmu, tolong beri tahu ibu bahwa aku sedang mendengarkanmu. Perkara sepele seperti mandi tak pantas mengganggu kenikamatan alunan maha indah darimu. Oh Mozart,…