18.9.14

Perihal Keluarga


Pada umur sepuluh tahun, aku sering dihina oleh teman-teman kalau aku anak setan. Dan pada siapa saja yang menghina seperti itu, aku tak segan melayangkan hantaman tangan keras ke kepalanya. Pernah suatu saat, ketika Ari, teman sebayaku, mengatakannya, tujuh pukulan mendarat tepat di kepala bagian belakangnya. Beruntung ada teman-teman lain yang bersedia meleraiku, kalau tidak, aku tak tahu akan seperti apa bentuk kepalanya.

Ada lagi kejadian serupa saat umurku sepuluh tahun, ketika Anto, lima tahun lebih tua dariku, mengatakan hal yang sama dengan Ari. Aku tak berani berhadapan langsung dengannya. Jadi, kuputuskan untuk menimpuknya dari jauh menggunakan ketapel. Dengan bersembunyi di balik semak, sudah kusiapkan batu-batu seukuran biji durian untuk menimpuk kepalanya. PRAAKK! Kulit kepalanya sobek. Darah langsung bercucuran deras membanjiri tubuhnya. Aku kegirangan.

Aku masih saja terheran-heran, kenapa mereka tidak tahu kalau aku adalah anak sah dari bapakku. Bapak yang meninggal lima hari setelah aku berumur empat puluh hari dalam kandungan ibu. Bisa saja dalam empat puluh lima hari sebelum bapak meninggal, telah ia pindahkan aku dari batangnya ke dalam lubang ibu. Karena masa iddah seorang perempuan yang di tinggal mati suaminya adalah empat puluh hari.

Yang lebih mengherankan adalah, orang tua mereka. Mereka yang memberi tahu kepada anak-anaknya kalau aku anak haram tanpa ayah, dengan kata lain; ibuku dihamili orang. Padahal ibu-ibu itu rajin mengaji setiap minggunya di pengajian rutin, tetapi apa yang mereka pelajari tidak diterapkan dalam kehidupan. Masih suka menggunjing.

6.9.14

Ritual Pagi dan Hal Menarik Lainnya


Saya mempunyai ritual khusus di pagi hari seperti yang orang lain lakukan, saya melakukan hal-hal sederhana dan ringan untuk memulai hari.

Biasanya, saya bangun jam lima atau setengah enam, iya saya tahu, itu bukan mencerminkan muslim yang baik. Tetapi itulah kenyataannya, dan saya berani mengakuinya. Saat terbangun, hal pertama yang saya lakukan pasti melihat jam. Setelah itu baru turun ke lantai bawah untuk wudhu lalu sholat. Nah, hal menariknya (menurut saya sendiri) terjadi setelah sholat subuh ini.

Kebanyakan orang akan memutar lagu sembari membaca buku atau memainkan ponselnya, atau hanya di atas kasur bermalas-malasan. Berarti sama dengan saya. Tetapi seringnya, saya tidak memutar lagu, melainkan memutar video-video yang saya download di youtube hari-hari sebelumnya. Video tentang penulis yang menerbitkan novel barunya setelah sepuluh tahun tidak menerbitkan novel. Video tentang band metal Indonesia asal Bandung yang lebih terkenal di luar negeri. Video tentang pemilik kaskus yang penghasilannya mencapai miliaran per bulan. Sampai video tentang tokoh-tokoh penting negeri ini saat talk show, yang berkoar akan meningkatkan fasilitas kesehatan, pendidikan gratis, lapangan pekerjaan, yang sampai sekarang masih banyak orang yang belum merasakan bukti nyatanya.

Untuk Adik Perempuanku

Hai.. Apa kabarmu? 19 tahun, ya? Dulu, duluuu sekali saat aku seusiamu, aku adalah seorang laki-laki, sekarang juga masih, dan akan ...