27.11.15

Cinta Memang Tak Pernah Tepat Waktu


Ada hal yang tiba-tiba menjadi mudah dikerjakan, ada masalah yang tiba-tiba muncul solusinya, ada perubahan perilaku yang tanpa disadari, ada rasa ingin lekas melewati malam dan bergegas menyambut pagi, dan ada banyak hal lain yang susah dijelaskan, semua karena cinta – jatuh cinta, tepatnya.

Bagi sebagian orang, cinta itu indah, mungkin. Mereka bisa mencintai dan dicintai. Tetapi bagi bagian yang lain, cinta hanya serupa polisi jalanan yang muncul di saat tidak tepat, saat tidak membawa SIM, saat tidak memakai helm, saat lupa menyalakan lampu, dan saat-saat ketidaktepatan lainnya. 

Puthut EA, seorang penulis dari Jogja, menulis novel dengan judul Cinta Tak Pernah Tepat Waktu. Novel itu berkisah tentang seorang lelaki (aktivis) yang berpisah dengan pasangannya, selama beberapa tahun, ia berusaha melupakan dan menyembuhkan hati. Tetapi sial, di tengah usahanya itu, sang wanita muncul dengan tiba-tiba di hadapannya. Kenapa saya bilang sial, karena wanita itu datang dengan status sudah menjadi milik lelaki lain. Maka ia memilih mencintai dengan cara yang paling sunyi.

Dan kenapa saya memilih judul postingan ini hampir mirip dengan judul novel itu, hanya dengan tambahan kata “memang”? Tentu saja dengan alasan yang sama, untuk meng-iya-kan bahwa cinta tak pernah tepat waktu. 

Tidak sefrontal itu sebenarnya, saya pernah mempunyai cinta yang tepat waktu, beberapa kali, dan itu dulu, dulu sekali. Tetapi, untuk yang tidak tepat waktu, saya sering mendapatkannya. Kasusnya hampir selalu sama, si wanita jatuh cinta lagi dengan orang lain padahal sudah mempunyai pasangan. Sialnya, orang yang mereka jatuh cintai itu saya. Beberapa menyenangkan di awal dan menyedihkan di akhir, beberapa yang lain tidak jelas kepastiannya. Dan itu sangat payah.

Saran saya kepada siapa saja yang jatuh cinta dengan orang lain saat berstatus berpasangan, pikirkan dalam-dalam quote Johnny Depp ini:

“If you love two people at the same time, choose the second one,
because if you really loved the first one,
you wouldn’t have fallen for the second.”

Untuk Adik Perempuanku

Hai.. Apa kabarmu? 19 tahun, ya? Dulu, duluuu sekali saat aku seusiamu, aku adalah seorang laki-laki, sekarang juga masih, dan akan ...